Hai temans :’) pernah ga
sih kalian brfikiran bahwa esok dari hari ini adalah hari kematian kamu, hari dimana
kamu pulang ke Rahmatullah :”)Atau bisa dibilang hari terakhir kamu berada di
dunia ini. Mungkin yang baca artikel ini bakal bertanya-tanya kenapa aku nulis
tentang kematian kayak gini, ini berawal dari aku denger berita heboh tentang
kematian salah seorang murid di SMA N 1 Prambanan Klaten, yang katanya meninggal
karena kecelakaan, usianya masih 15 tahun.Dia
cewek dan aku lihat dari teman2 nya, menurut teman2 nya dia orang yang asyik, supel, ceria dan kelihatannya dia juga memiliki teman banyak. Dari situ terlintas di fikiran ku bahwa kematian itu tidak memandang umur, bisa aja setelah aku nulis artikel ini tiba-tiba aku di panggil oleh Allah. Aku sempet mikir gimana jadi nya kal posisi dia itu adalah aku,apakah akan banyak orang yang kehilanngan aku? Apakah akan banyak orang yang akan mendo’akan aku?
cewek dan aku lihat dari teman2 nya, menurut teman2 nya dia orang yang asyik, supel, ceria dan kelihatannya dia juga memiliki teman banyak. Dari situ terlintas di fikiran ku bahwa kematian itu tidak memandang umur, bisa aja setelah aku nulis artikel ini tiba-tiba aku di panggil oleh Allah. Aku sempet mikir gimana jadi nya kal posisi dia itu adalah aku,apakah akan banyak orang yang kehilanngan aku? Apakah akan banyak orang yang akan mendo’akan aku?
Awal nya aku berfikir disitu, namun tiba-tiba
ada angin yang membangunkan lamunanku, hingga aku berubah fikiran. Aku
berfikir, jangan dulu ya Allah, aku belum bisa memberikan apa yang di inginkan
orang tua ku meskipun aku tau orang tua tidak mungkin minta kepada anak nya hal
kecil apapun itu, meskipun aku tau orang tua juga tidak mengharapkan balas budi
dari apa yang telah di berikan kepada anak nya dengan tulus dan ikhlas.
Dari situ pula aku juga berdo’a aku masih
memiliki kekuatan, akal dan fikiran, “Oh Ya Allah, ampuni segala dosa ku,
perbuatan ku kepada orang tuaku dan kepada orang-orang yang aku cintai dan
mencintai ku.”
Aku tak mengenal gadis
yang meninggal 2 hari lalu itu, tapi kalo aku lihat dari facebook nya banyak
orang yang merasa kehilangan atas dirinya , ya mungkin dulu semasa hidupnya dia
selalu membahagiakan orang-orang yang ada di sekitar nya. Aku sadar aku bukan
orang yang seperti itu, namun setelah tau kejadian 2 hari yang lau tersebut aku
berfikir aku akan berusaha untuk menjadi pribadi yang berguna untuk banyak
orang. Pribadi yang seslalu membuat orang tertawa, pribadi yang bisa membuat
oang tua bangga.
Aku ga tau gimana jadi
nya kalo aku meninggal di usiaku yang 19th ini, gimana nasib orang
tuaku.Mereka hanya bisa mengandalkan aku karena aku hanya anak tunggal,
terutama ibu ku, aku yakin ibu ku adalah orang pertama yang histeris saat
beliau tau bahwa hari ini hari terakhirku di dunia. Saat hari hari biasa aku
mengalami kesedihan saja aku ga mau cerita sama ibu ku, bukan karena tidak
terbuka, namun aku tau mana yang harus aku ceritakan dan mana yang harus aku
atasi sendiri. Karena aku tau keluhan itu tidak membuat orang tuaku tambah
bahagia namun membuat orang tuaku tambah sedih.
“Ya Allah, Lindungilah
aku dimanapun aku berada, dan lindungi orang-orang yang aku cintai dan
mencintaiku.”
-The End-


0 comments:
Post a Comment